Setiap orang memiliki selera makanan yang berbeda. Ada orang yang cenderung menyukai makanan gurih, ada juga yang memilih makanan pedas, pahit, sementara sebagian lainnya menyukai makanan yang manis.

Katanya kalau Anda senang mengonsumsi makanan yang bercita rasa manis, artinya Anda punya pribadi yang juga manis, dalam artian orang yang menyenangkan. Benarkah demikian?

Dalam sebuah temuan yang menunjukkan bahwa mereka yang menyukai makanan manis juga memiliki kecenderungan untuk lebih mudah kompromi, ramah, dan memiliki belas kasih yang lebih besar daripada mereka yang suka rasa lain seperti pedas atau pahit.

Lebih lanjut lagi peneliti juga menemukan bahwa orang yang diberi makanan manis, akan makin mudah memberi bantuan pada orang lain setelahnya, dibandingkan dengan orang yang tidak makan apapun atau orang yang memakan makanan tawar.

Hasil penelitian menyatakan ada kaitan antara rasa manis dan perilaku pro sosial. Penelitian ini dilakukan berdasar pada serangkaian eksperimen yang melibatkan mahasiswa. Adanya hasil riset di atas tentu tidak bisa menjadi alasan seseorang untuk lebih bebas makan makanan manis.

Bagaimanapun juga asupan gula, yang disadari atau tidak karena sudah tercampur dalam makanan, yang berlebih tetap harus dihindari untuk mencegah terkena diabetes tipe dua yang disebabkan pola makan yang tidak seimbang.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, Anda dapat menggunakan bantuan suplemen yang aman. Seperti Melabic yang terbuat dari 100 persen bahan-bahan alami.

Selain berfungsi mengendalikan kadar gula darah Melabic juga dapat menurunkan kadar kolesterol. Cukup satu kapsul Melabic setiap hari setara dengan mengonsumsi sayuran sepiring penuh. Info lebih lanjut klik di sini.